Pendakian Pra TKD, Merbabu 12-13 Agustus 2014

Merbabu dan tanggal 13 dini hari, kata sebuah artikel akan ada hujan meteor di langit Indonesia dan demi itu pula aku ngeyel ikut pendakian ke Merbabu ini. Awalnya, aku dilarang dan dimarahi ibuk karena keseringan ngelayap, mau gimana lagi namanya wong nganggur yo bosen to ya. Awalnya aku nurut, bahkan keinginan ikut pendakian ke Lawu demi 17 an juga terpaksa pupus. For Godshake, aku pengen banget naik gunung. Gak papa wes kalo cuma boleh ikut salah satu, Merbabu aja yang lebih deket dan karena alasan ga ada duit juga. Sekitar sehari semalam didiemin karena mood ibu yang lagi ga well, dan siangnya setelah kelihatan bisa dirayu aku diijinkan ikut ke Merbabu dengan syarat ga akan dikasih uang. Gapapa lah yang penting ikut.

” Emang bocah ngeyel, dilarang tetep aja gak bisa.” Ya maap buk~

Selasa, 12 Agustus 2014

10.00

Berangkatlah aku dari rumah setelah sebelumnya janjian bareng Sundul dari terminal Magelang. Jalanan ngeselin karena banyak truk segede dosa lewat jalan Magelang, ah pasti gara – gara comal ambles. pfft.

Dan aku telat,ditungguin, dasar bocah nyusahin!

11.00 – 11.40

Sampai di terminal, minta maaf ke Sundul, makan dulu sebelum perjalanan dimulai. Sementara di belahan bumi sebelah, Soloers 14 orang berangkat naik mobil ke Kopeng. Pendakian ini akan dimulai dari jalur Cunthel.

12.47

Aku dan Sundul sampai di kaki gunung, naik ojek sampe basecamp. Semacam hopeless karena sebelumnya dikabari mereka berangkat agak telat.

Dan ternyata setengah jam kemudian mereka sampai di basecamp. Whoaaa bisa nih berburu sunset dulu kita. Salam – salaman, kenalan, dan makan sebelum mulai pendakian. Suasana awalnya masih exciting dan beberapa saat kemudian kehebohan menyerang. TKD SEGERA DILAKSANAKAN 25 – 29 Agustus 2014! Pendaftaran 13 – 18 Agustus ini. DHUARR! Ini udah di basecamp, pendaftaran mulai besok. Aku kudu piye?! Separuh rombongan yang juga anak STAN ini mukanya langsung absurd, ada yang yaudahlahya, ada yang panik insecure *tunjuk muka sendiri*. Dan yang bisa kita lakukan cuma telpon orang terdekat sambil cengengesan karena udah di lokasi. HAHAHA.

Bismillah aja ya,

        

16.00

Berangkatlah kami, 16 orang yang 4 orangnya cewek (aku, Enen dan 2 teman Enen), dan 12 lainnya cowok. Sumpah ini pendakian paling insecure buatku, disemangatin sih, ada yang kampret nyuruh balik aja, ada yang bilang nitip doa ya Nggik sekalian cariin wangsit. Hahaha

Semangat ga semangat kudu semangat, tapi perjalanan kali ini bakal gagal dapat sunset sepertinya. Agak kecewa sih, dua cewek lainnya sebut saja Elrin dan Dian belum pernah naik gunung dan sempat muntah – muntah mukanya pucat. Sunsetku 😦

Yaudahlah kan berangkat bareng – bareng, ikhlasin aja sunsetnya, sampe camp nanti udah tengah malem kalo ini mah. #akurapopo

16.40 – 17.00

Dari kejauhan keliatan bentuk gardu, ternyata bukan pos 1, baru bayangannya alias pos bayangan 1. Duh kak, php banget posnya haha. Berhentilah kami sambil minum, lurusin kaki dan ketawa – tawa *gila*

Jalan semakin nanjak, matahari menenggelamkan diri dan malam mulai merayap datang, kami berhenti sambil menyiapkan senter masing – masing. Yang ga bawa senter mah sama aja bunuh diri, untung senterku ga ketinggalan biarpun baterainya tinggal ya begitulah.

18.14 – 19.00

Yeaay akhirnya kami sampai di pos 1 yang sebenarnya. Demi kelancaran perjalanan kami sholat Magrib dan Isya dijamak di pos ini. Brrr dingin mulai menusuk tulang, bismillah.

19.49

Lanjut perjalanan sampai pos 2, istirahat lagee, perjalanan yang terbagi jadi 3 geng ini sampai di pos 2. Aku di geng tengah, sebut saja begitu. Satu kloter mungkin sekarang di pos 3 sementara geng siput masih di belakang. Sekali lagi, angin malam Merbabu mulai jahat, aku kembung. -__-

20.46 – 22.10

Sampailah kami di pos 3, ternyata kloter 1 duduk di sekitar api unggun menanti kedatangan kami~ Sejam lebih mereka menunggu, di belakang tadi masih ada 4 orang. Kholid masih lemas karena sudah muntah 3 kali. Istirahat sekitar sejam lebih kami di sini, masak mie rebus dan minum hangat untuk sekedar menghibur perut yang sudah kukuruyuk ini. Mie kloter pertama, tumpah lah gara – gara tangan Ian. Si bodo ini, akhirnya dihujat serombongan hahaha.

Sudah terlalu lama istirahat, dingin semakin menusuk, lanjutlah kami ke pos 4 pemancar yang akan jadi campsite kami. Semangaat, full moon, langit bertabur bintang, ah seandainya ada kamera yang sebagus mata menangkap pemandangan. Pokoknya bagus banget, Merbabu cerah!

00.00

Setelah sebelumnya nyaris jantungan karena hampir nginjek Panji yang tidur di jalan, melewati jalan nanjak dan semacam halusinasi yang sempat membuatku agak takut jalan paling depan, sampailah kami di pos 4. Bahagianya sampai juga di campsite.

Bangun tenda, masak – masak walaupun hanya aku, Enen, Sundul, Elrin dan Dian dan yang lainnya terkapar duluan ga papalah, sayang logistik kalo dianggurkan. Sambil selimutan sleeping bag masak di teras tenda sambil nunggu hujan meteor *setel lagu F4 Meteor Garden* hahhaha Sayang sekali aku tak seberuntung yang lain, sama sekali tak terlihat meteor. Mungkin aku yang kurang peka. Hahaha

Di tengah kedinginan kami masak lewat tengah malam, tiba – tiba ada seorang bule, solo traveler cuma bermodal backpack dengan pakaian singlet dan celana pendek. Piye perasaanmu bro? Nyeseknya itu di sini, ah aku merasa cupu 😦

Rabu, 14 Agustus 2014

02.30

Apapun yang terjadi aku tidur, entah apa yang terjadi sepertinya ada yang bangun untuk makan tapi aku sudah berpindah ke alam mimpi. Tidur dalam kedinginan dan kaki kebas itu rasanya nyiksa. Kangen kasur dan selimut tebal di rumah hmm.

04.30

Konseptual, mana yang katanya mau trekking summit attack jam 4 pagi. Semuanya masih molor T__T terpaksalah kami bersunrise ria di pos pemancar ini, di sini juga spot bagus kata mereka. Oke baiklah dan ternyata memang sunrise Merbabu bagus, apalagi cuaca cerah. Ah bahagianyaaa, sekalian foto ucapan Selamat TKD buat STANers 2010. Ciyee, hari pertama pendaftaran malah nglayap ke gunung. :” Semoga sukses semua, amin ya Allah.


07.00 – 09.30

Summit kesiangan dan aku ikut geng siput hahaha. Rombongan 1 terpisah jarak jauh dengan kami. Hmm, gebleg juga ya. Geng siput ini isinya aku, Surya, Ian, Elrin dan Dian. Sementara Sundul dan Dito tidur di tenda, mereka bosan puncak Merbabu katanya. Iya deh yang udah berkali – kali ke sini. Pokoknya aku mau muncak apapun yang terjadi. Jalur bebatuan dan nanjak ini melelahkan juga ya, air persediaan kami segini, sementara 2 cewek ini ga bawa barang apapun.

Kamera Panji ilang, semua orang ditanyain lah, padahal kayanya ga ada kamera warna putih yang dimaksud.

Sementara itu kami jalan sambil ketawa – ketiwi dan keseringan berhenti,sampai puncak pas panas – panasnya. Sukurin, salah sendiri summit jam 4 molor jauh. Aku harus sampai Magelang sebelum Kamis pokoknya, mau janjian bikin SKCK tapi sepertinya susah nggg..

10.45

Setelah foto bersama dan ditinggal kloter 1 turun, kami masih berleha – leha, selfie, nunggu foto – foto pake toga anak UNS yang pada mau wisuda ciyee. Hahaha akhirnya setelah panasnya benar – benar tega kami turun. Hahaha

Perosotan masih jadi favourite style ku tiap turun gunung, biarpun korban celana, dan sakit karena ada ranting yang ga sengaja nyangkut. Sakit sih, tapi masih tetep ngesot. Selain ngesot, lari turun juga favourite hahaha. Berhenti, nunggu, bareng – bareng, sementara air habis. Aku capek nunggu, aku haus, aku mau ke camp, aku kebelet pipis. Akhirnya aku mendului geng siput turun ke camp bareng Arya. Bye~

12.45

Turun sampai camp, kloter 1 masak di bawah sengatan matahari. Sumpah panasnya sampe ke ubun – ubun, yowislah pasti gosong nanti ini aku ga papa.

15.15

Nunggu Ian, Surya, Panji dan Elrin, Dian turun, makan, beberes barang, packing tenda, cleaning sampah, sholat dan hahaha akhirnya kami turun.

Ngesot, lari, turun, berhenti, lari lagi sampe dengkul nyut – nyutan, aku harus sampai sebelum lewat magrib. Sebelumnya Dito, Panji, Kholid, Isa dan Dinto turun duluan sementara sisanya turun belakangan.

Aku, Enen, Nopek, Ian, Sundul, Surya duduk – duduk di pos 3, dan tiba – tiba kamera Panji yang ilang ternyata di kantong jaket Ian. Parah -___-

Berdebat jalur turun, kaki keseleo, dengkul kecengklak, matahari menyengat dengan sadisnya, pake kacamata hitam pun ga berefek banyak, gosong perih dan senut – senut tapi aku buru – buru turun. Kalo kelamaan berhenti nanti dengkulku makin manja dan males jalan. Bismillah..

Hape nyala, sinyal masuk, sms, whatsapp grup dan semua chat memenuhi hp. Dan ternyata aku ditinggal ngurus SKCK nya, yang katanya janjian bareng. Yaudahlahya, ditinggal aku wis biyasya. Bhay~

18.18

Akhirnya pas adzan magrib, aku, Ian, Enen, Nopek sampe juga di bawah. Selamat datang peradaban! Kami jajan pop ice di warung dekat basecamp dan kedinginan hahaha

Gantian mandi, dan ternyata aku “M” oh man pantes badan rasanya remuk ga karuan. Geng Solo berbaik hati akan mengantar aku dan Sundul yang pulang ke Magelang.

Sampai terminal Magelang, agak ngigau akhirnya aku turun. Terimakasih teman – teman, sampai ketemu di trip selanjutnya yang lebih menyenangkan ~

Semangat TKD, see you soon di trip pasca TKD 😀

Anggi,

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s