My Kind Of Kondangan

Kondangan bukan hal yang asing buatku di umur – umur ini. Ya, I just realized I’m getting older as the birthday invitations turn into wedding invitations. Hahaha. Saking banyaknya undangan datang, sebut saja kondangan jadi hobi hihihi. Sebagai cewek yang tak pernah dianggap cewek, dan sekarang semakin berusaha berpenampilan cewek atau kasarannya disebut menthel dandan ke kondangan bukan hal yang asing. Biasa lah kalo cuma dinyinyirin, I don’t care ~ Tomboy salah, belajar feminim salah. Ah ben terserah ~ Hahaha

Sekian kondangan yang bisa dihadiri dan terdokumentasi banyak di tahun 2014, as for the weddings I couldn’t attend. I’m so sorry ~

Ini dia foto foto jaman kondangan hihihi





Bicara tentang kondangan, nikahan Mbak Pia liburan Natal kemaren beneran kondangan ter- banyak obstacle yang pernah kudatangi hahaha. Unbeleiveable banget hahaha. Datang dari pedesaan

Magelang ke Jogja yang bener subhanallah macetnya ga kira – kira dan sampe di sore hari, Pasar Bringharjo tutup dan gagal beli batik, keliling ke sana sini cari kado nikahan malah ngiler pengen beli sendiri, pulang muter – muter dan melewati kemacetan Jogja yang udah semakin kaya Jakarta hujan derasnya tumpah dengan teganya. Sampai rumah Reyza basah kuyup dan hujannya berhenti! Keluar rumah niat beli makan, hujan turun lagi, sampai rumah makan Padang hujan berhenti lagi. Hujan Jogja mempermainkanku :<

Bungkus membungkus kado selesai, flu semakin parah, tenggorokan sakit. Fix ini sakit beneran. Oh maan, harus banget pas besok kondangan malah sakit -__-.

Bangun pagi tenggorokan sakit, rasanya kaya dicekik. Duh rek ~ Reyza siap beli tiket kereta dan sebenarnya kami ga kesiangan amat bangunnya, mungkin karena habit ya mepet berangkat dan cuma tersisa 5 menit waktu kereta berangkat. Dandanan anggun berantakan sudah karena lari ngejar kereta, untung kekejar. Ngos ngosan campur lega kereta belum jalan. Duduk dan sadar kado ketinggalan. Sakitnya tuh di sini, ngerasa peak banget -___- Sia – sia banget semalem pake acara keujanan cari kado.

Sampai di Solo, ke lokasi kami naik becak. Ah senang sekali, lumayan mbecak buat menghibur diri karena ceroboh kadonya ketinggalan. Dan kami kesasar, bisa – bisanya bapak becak lupa jalan hahaha. Akhirnya ketemu lokasi pernikahan mbak Pia. Overall acara nikahan ini keren banget, tempatnya bagus, makannannya enak, dandanan mantennya juga bagus. Bisalah ya buat referensi kawinan ntar. Hihihi Kapan? Mbuh jangan terlalu dipikirin wkwkwk

Ketemu Nesty Kunthi jugak, akhirnya setelah menunggu antrian sepi kami dapat kesempatan foto sama ngantennya ciyeee ~ Happy wedding mbaaaak, semoga adek – adek kosmu segera nyusul. Hihihih Anyway, Reni dan Wiga ga bisa dateng. Sadly ~


Niat awal setelah kondangan di Solo nginep sehari lagi di Jogja harus pupus. Tiket kereta tinggal sore jam 15.30 dan antriannya ampun panjang bener. Daripada nggembel 3 jam nunggu di stasiun akhirnya aku dan Reyza ngemall dulu ihihi. Dan ketemu anak STAN seangkatan..Oalah, anak STAN dimana mana ketemu almamaternya :v

Pulanglah kami naik kereta yang AC nya dingin ga kira – kira, nahan pipis selama sejam di kereta tak bertoilet dan sampai di Jogja toilet antriannya sepanjang antri sembako. Tuluuung. Pulang basah kehujanan, akhirnya aku memilih sekalian pulang ke rumah biar sekalian capeknya sekalian sakit. See you soon crowded Jogja, setelah menempuh kemacetan yang kejam sampailah aku dirumah setelah dijemput bapake di terminal. I’m home, and ready to spend my precious Sunday to sleep hihihi

Kondangan mulu, kapan dikondanginnya Nggi?

Doain aja

Regards,

Anggi R.Dewi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s