Titik Nyaman dan Frekuensi ala STAPALA

Berkunjung ke rumah Bang Jabrix,salah satu senior kami untuk sekedar silaturahmi,ngobrol ini itu dan mendapat beberapa pelajaran penting atau sekedar inspirasi untuk diri sendiri membuatku sedikit memperbaiki kacaunya pola pikir ini.

   Mungkin dari sekian ribu anggota,banyak yang secara sadar atau perlahan menjauhi frekuensinya dengan Stapala.Banyak sebab,karena jarak dan mungkin tingkat kebutuhan sudah jauh berbeda.Semua yang berkaitan dengan titik nyaman seseorang itulah yang akan membawanya ke arah kehidupan yang dijalaninya,seperti kata Bang Jabrix.Kalo dia memang petualang,mau ditempatkan dimanapun dan pekerjaan seperti apapun dia akan selalu berusaha mendekat di titik nyamannya dengan tetap memenuhi rasa hausnya kepada alam dengan tetap bertualang seperti misalnya naik gunung atau sekedar arung jeram dan petualangan lainnya.

Titik nyaman seseorang ini bisa bergeser kalau dia tidak tetap pada apa yang dia yakini,bisa dia yang berubah bila lingkungannya berubah teteapi bisa juga dia yang tetap berada di titik nyamannya dan bisa mengubah dinamis lingkungan sekitarnya.

Banyak hal yang bisa kamu dapat dari sekedar obrolan dengan senior,meskipun kamu cuma sekedar gabut mendengarkannya ngobrol dengan anak posko yang lain dan hanya sesekali menimpali.

Bahkan untuk beberapa hal yang dibicarakan aku hanya bisa melongo dan manggut manggut,how can they be so cool doing everything?Not like what we are now.Untuk ukuran skill dan segalanya,para penghuni posko yang sekarang harusnya lebih bersyukur dengan yang mereka miliki.Tapi ya ngga cuma punya skill sih,lebih bagus lagi lebih sering berinteraksi dengan hal berbau posko.

Kadang suka ngerasa sedih,nanar menatap “rumah kami” ini yang semakin hanya menjadi nomer sekian dari segala skala prioritas anggotanya.Bahkan untuk sekarang ini,ya memang semua punya kesibukan sendiri.Tapi terkadang itu hanya sebagai excuse untuk tak datang ke rumah kecil ini.Sedih rek rasanya :”)

Pernah suatu sore,aku tak sengaja ngobrol dengan Sundul yang dikenal sebagai “setan posko” (kata sebutan buat anak posko yang seriiiing banget ke posko wkwkwkw peace ^^v) dari tingkat satu.Perubahan jelas terlihat dari masa ke masa,tak hanya dari jarangnya para anggota sliwar sliwer ke posko,kesediaan penghuninya untuk sekedar nyampah di posko pun udah ngga kaya dulu.Ya ampun,time flies so fast..Emang kerasa banget sih bedanya,aku juga merasa sedih dan kehilangan suasana sehangat dulu #tsaah

Ya karena beda generasi selalu beda cerita,dan senior – senior yang ngangenin kaya Kak Palpita ,codet dan Beling yang udah ngga di posko jadi salah satu penyumbang terbesar kesepian ini.hmmm..entah perasaanku saja atau emang yasudahlah

Ada satu hal lagi yang menurutku patut di RT banget lah dari kalimatnya bang Jabrix.Setuju pake banget karena buktinya udah jelas dari generasi ke generasi.Ini nih yang kami namakan Incest kalo di STAPALA

Kalo kata Bang Jabrix sih,”Orang mencari pasangan cenderung akan kembali lagi dengan kawan lama”Dalam hal ini STAPALA,lihat saja banyak senior yang jadian dan akhirnya menikah dengan entah kawan seangkatan atau mungkin beda generasi tapi sama – sama anggota STAPALA.Ini bukan tanpa alasan,berawal dari yang disebut titik nyamannya itu ada dimana,dikaitkan dengan frekuensi yang dimiliki sebagai sesama anak SPA hahaha

Banyak kasus yang terjadi karena mereka membina hubungan dengan orang beda frekuensi,seperti misalnya jadian dengan orang yang “tipe gue banget” tapi harus berakhir dan malah akhirnya menikah dengan sesama frekuensi ini.Hahahah sometimes it sounds “damn it’s true” banget. :”)

“Apalagi untuk yang telah sampai di usia yang seharusnya (menikah),dia cenderung akan mencari orang yang memiliki frekuensi yang sama” – Bang Jabrix

Banyak senior yang keren – keren menikah dengan sama sama Stapala,dengan anaknya yang lucu – lucu udah diajarin camping bareng skedar naik gunung santai bersama keluarga atau diajarin renang karena kecintaannya sama olahraga air.Ah,how happy they are..Envy banget liat keluarga lucu bareng – bareng begini.. :3

Banyak frekuensi yang sudah secara ngga sengaja tersamakan dari kebersamaan yang dijalin entah mulai diklat kehidupan posko atau sebagainya.Semua kembali ke masing – masing pribadi.Entahlah namanya jodoh siapa yang tau sih.Itu rahasia ilahi..Wallahu alam..Aku juga tak tau entah laki – laki mana yang akan datang,dari frekuensi Stapala ini atau frekuensi lainnya semoga saja yang terbaik :”

Ya it’s all your choice beybeh..Mungkin di masa muda kamu bisa tetap di titik nyamanmu,kalo udah kerja dan nikah siapa yang tau

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s