Mendadak Cikuray, 2821 mdpl samudera di atas awan ~

   Ditinggal pulang Wiga yang resign duluan, Mbak Fia yang mahasiswi D4 sedang liburan ke kampung halaman, dan Nesty yang pulang selama sepekan, sedangkan Reni sibuk dengan urusan kantornya. Praktislah weekend akan merana sendirian, sementara hari Senin 31 Maret libur jadilah long weekend akan menyengsarakanku sendirian kalo di kosan.

   Setelah sebelumnya nongkrong di warkop Kak Petoy dan beli daypack diantar Pangki, Sundul memberitauku En-en pengen naik gunung. “Aku mau nduuul,” dengan semangat aku mau melakukan perjalanan weekend itu.

Perjalanan ini serba mendadak, dari peserta yang tadinya cuma aku dan En-en ditambah Tubis dan satu orang senior, Kak Reman namanya (sebutannya pake nama STAPALA semua gapaapa ya hehehe) persiapan logistik dan semuanya mepet mendadak diputuskanlah kami akan ke Garut, mendaki Gunung Cikuray 2821 mdpl yang terkenal dengan sunrisenya yang bagus dan sebutan samudera di atas awan hohoho. Aku dan En- en yang bisa disebut corporate slave ini pulang kantor Jumat malam, dan mencicil peralatan serba mendadaaaak ~ Sementara rencana kami berangkat Sabtu pagi setelah Subuh (aku tau ini bakalan molor, konseptual hahaha) En-en dan Tubis berbelanja logistik untuk kelompok tengah malam, sementara aku sudah terkapar kecapekan.

Sabtu, 29 Maret 2014

07.30

   Janji berangkat pagi tinggallah rencana, kenyataannya kami kesiangan hahaha. Kumpul di posko,berdoa, dan berfoto sebelum berangkat ngGarut hohoho 😀   Bismillah, melewati keramaian orang joging di sekitaran air mancur kami naik angkot sampai Lebak Bulus

09.00

   Setelah menunggu  40 menit kami yang sudah mulai kusut akhirnya berhasil dapat duduk di bis jurusan Lb Bulus Garut. Yeee I’m coming Cikuraaay! Carrier di bagasi, sementara tas selempang ketinggalan di kosan, alhasil perjalanan selama 6 jam ini hanya diisi tidur bangun tidur lagi, bangun lagi tidur lagi wkwkwkw. Bus yang penuh sesak dan tetap banyak penumpang naik walaupun harus berdiri membuat kondisi kurang nyaman, ditambah penumpang yang ngomel – ngomel bertengkar dengan kernet bus yang (maaf) dibilang serakah demi untung pribadi. Mereka bertengkar dalam bahasa Sunda, ah saabodo teuing urang teu ngarti -__- huff mending tidur daripada ikutan emosi ~

15.00

Akhirnya kami sampai di terminal Guntur, Garut Jawa Barat. Yess!Perjalanan segera dimulai, setelah makan dan sholat kami akhirnya ngeteng naik angkot karena kelompok pendaki sebelah lama ditunggunya ~

16.00

Maafkan kami yang php dan pergi duluan , bang.

17.17

Sampai di pengkolan ojek,hujan deras pun mengiringi kedatangan kami. Duh, mana berita pendakian massal dengan 1000 peserta sedang ngecamp di Cikuray makin bikin keceriaan kami agak mengkeret. Setelah menunggu hujan reda, jadilah kami naik ojek sampai kaki gunung Cikuray tepatnya di pemancar. Ojek seharga 35 ribu ini menawarkan sensasi lain, rasakan saja kalau tidak percaya ojek Cikuray ini buseet bikin badan remuk redam. Medan terjal dan jalanan berbatu smentara mereka membonceng kami dengan motor yang knalpotnya sudah macam obat nyamuk keliling ini mau tak mau memaksa kami tetap waspada, selain karena jalanan yang tidak rata yakali mau jatuh di jalan kalo ketiduran hahaha

18.25

Sampai di pemancar kami istirahat sebentar,gambling mau muncak engga muncak engga, setelah ngitung kancing akhirnya diputuskan kami ngecamp dulu hahahaha Yes!Malam ini tidur cepat ~

19.30

Setelah masak mie dan makan kami tidur nyenyaaak yuhuuu, bbahkan anak SMP sekarang pun kalah awal tidurnya dengan kami wkwkkw.. Save energy for tomorrow 😀

Minggu, 30 Maret 2014

06.30

Pagi Cikuraaaay, sunrise malu – malu nampak di langit Garut berwarna kemerahan sementara kami masih goler – goleran di sleeping back masing- masing, di tenda hahaha Setelah sholat tentunya. Memaksakan badan agar tidak terlelap lagi, kami beberes dan siap muncak.

06.49

Lapor ke pos pendakian, kami berempat siap mendaki gunung lewati lembah..eaaaa

09.00

Dari pos ke pos kami mendaki, ramai pengunjung dan banyak alay – alay yang naik gunung sekenanya bahkan ada pendakian massal dengan peserta seribuan ini..Dih, bikin penuh gunung aja -__-

Bukan cuma di Jakarta yang bisa macet, mendaki gunung ini juga. Untuk naik kami harus bergantian dengan gerombolan yang turun. Ampun deh udah macam jalur puncak aja buka tutup jalur..

Pukul 09.00 kami tiba di pos 2 ~

10.00

Pos ke pos sebelum pos 7 jaraknya lumayaan jauh, jadi jam 10 kami baru sampai pos 3..Ah masih jauh ternyata, udah jalan aja jangan pikir masih lama sampai puncaknya. Dari satu pos ke pos lainnya, ada saja cerita entah pendaki yang susul menyusul dengan kami, atau ada yang ngos-ngosan jalan dan tetap memaksa, ada juga pendaki – pendaki baru kenal yang iseng ngajak bercanda hahaha. Lucu juga ya, apalagi saaat aku berjalan sendiri sementara En – en bareng Mas Reman dan Tubis yahng sudah di uujung depan ada rombongan pendaki dari Bandung yang ngajak bareng wkwkk Lucu juga mereka ini, geli bercandanyaa apalagi ngomong bahasa sunda. Bikin pengen ketawa xD

12.00

Finally,sampai di pos 7 atau disebutnya Puncak Bayangan tapi kusebut ini Puncak PHP yeheee tapi ternyata masih jauh dari puncak. Rombongan satu lagi sudah memutuskan camp di sini karena puncak penuh sesak tak ada lagi space. Aku memutuskan berhenti istirahat lagi..

” Mas, puncak masih jauh ya?Kira – kira berapa lama ya sampainya? ” tanyaku pada pendaki sebelah..

” Wah, masih setengah jaman mbak.” jawabnya

” Setengah jaman, 50 tahun dong ya hahaha” jawab pendaki satunya agak jayus.hahha dan ternyata setengah jam an dikalikan sekian kami sampai di puncak gunung Cikuray :”)

” Gua boongin mbaknya juga mau aja tuh naek,” kata pendaki yang tadi bilang setengah jaman. Yaiyalah mas, saya ngedaki mau ke puncak -___-

Dan mas yang bilang setengah jaman 50 tahun udah turun duluan, ngejar bis ke Bandung keburu pulang.. ~

14.00

Sampai di puncak Gunung Cikuraaay, akhirnyaaa 😀

15.15 – 17.30

Puas menggerutu karena ramai kaya pasar, kami bersiap memasaak wuhuuu, masakan Tubis yang gaya – gayaan dan bikin gosong nesting ini akhirnya tandas juga. Siap – siap beberes dan menanti sunset..Wuhuuu

17.39

Sunset oh sunset, kenapa kamu tak muncul? Udah ditunggu lama, dia ditelan kabut pula akhirnya.. Yaudah gapapa, foto diantara kabut aja :”)

19.00

Enjoying the night view from the peak of Cikuray yuhuuu.. Senangnya melihat banyak bintang dan kelap – kelip lampu Kota Garut dari ketinggian ini. Subhanallah, sayang hape kamera ga mendukung buat foto T.T

22.15

Hal yang menyenangkan dari sebuah perjalanan adalah ini, di tenda bercanda tawa dan makan bersama 😀

Sayangnya, kurang kartu remi atau UNO, coba dibawa ya ~

Di bawah kelap kelip bintang di langit Garut, kami terlelap sebelum malam makin larut

Senin, 31 Maret 2014

05.15 – 06.30

Bangun karena keramaian dan alay yang mulai pada heboh foto sunrise padahal langit masih gelap..Menyebalkan, apalagi ada yang nginjek tenda. Pengen kutabokin sampe nangis huff.. Setelah sholat Subuh kami juga mulai berburu spot untuk melihat sunrise. Dan sayangnya, puncak ini sudah penuh sesak orang. Menyebalkaan ~ Mirisnya lagi selain ramai kaya pasar, di puncak ada tumpukan sampah orang ga bertanggung jawab.. Semoga semakin banyak yang sadar ya, sampah masing – masing harusnya dibawa turun, bukannya dibuang di gunung #thxbye ~

nih sampah dari orang ga bertanggung jawab di puncak!

07.30

Puas berfoto, puas ga puas sebenarnya, kami selfie juga loh hahaha Persiapan turun sebelum jalanan semakin macet ~

10.14

Setelah naik, muncak, saat turun itu bagian yang seru apalagi untuk gunung berpasir. Sayangnya Cikuray tidak, ommoo turun jalananan juga antri lagi. Ditambah perutku yang bergejolak karena makan semalam, aku mules. Sengsara tapi harus ditahan sampai pulang. Untuk mengejar waktu kami turun gunung berlari hahaha Sabar ya dengkul yang nyutnyutan dan kaki yang mulai tremor gemetaran, paksa badan biar segera sampai bawah. Semangaaat ~ Langkah demi langkah kuayunkan, masih bisalah sejam pertama tahan. Akhirnya aku sudah menyerah dengan keadaan, keringat dingin mengucur dari tubuhku yang gemetaran menahan mulas. Ampuni aku ya Allah, kenapa ga dari tadi di atas huff. Dan En-en Kak Reman dan Tubis pun menungguku di puncak bayangan karena hajat yang tidak bisa ditahan ini. Dasar merepotkan, maafkan aku rasanya ga kuat lagi kalo harus menahan. Hehehe piss ^^v Lanjutlah kami berlari turun menyusuri jalanan yang macet juga, gantian dengan pendaki yang akan naik sekarang. Dan tibalah kami di pos bawah setelah ngebut dan di woow in banyak pendaki, maap maap kami buru – buru.

11.30

Buru -buru pengen ngejar bis ke Jakarta kami tertahan karena rebutan ojek dan mobil pick up. Aku ga mau naik ojek lagi, jadilah kami ribut karena masih ada perebutan lahan bisnis ojek dan mobil pick up. Pokoknya harus pick up, kapok naik ojek. Dan pick up yang tadinya akan kami tumpangi pun berlalu karena kami dicegat ojek pff.. Smeentara kami berempat akhirnya ikut pick up berikutnya, yess!

Di tikungan berikutnya mobil pick up yang depan bocor oli, hahaha maap aku ketawa, tadi ga dibolehin naik itu mungkin mereka kualat kali ya..

14.00

Sampai kami di terminal setelah naik pick up beramai ramai dengan pendaki lainnya.. Sempat ngobrol saat rehat, sebelum pulang dan menunggu bis aku berkenalan dengan seorang pendaki dari Bandung ~ Dia duluan pulang, dan kami berbeda arah di ujung jalan.. Sampai ketemu lagiii broo ~

15.00

Setelah rebutan 3 kali akhirnya naiklah kami bus menuju Lebak Bulus ~ Goodbye Garut, Cikuray saatnya kembali ke hiruk pikuk ibukota..

19.00

Kami naik tanpa membawa air, dan ini masih di perjalanan sementara melihat keluar mobil berjejalan berebut ingin segera sampai tujuan. Jalan macet, En-en, kak Reman dan Tubis terlelap, sementara aku hanya tertegun melihat pemandangan di luar kaca jendela. HAHAHA Macet luar biasa, desperate air sudah habis, perjalanan sepertinya akan ekstra lamaa. Lambat merayap dari kilometer satu ke kilometer lain hanya 100 m berhenti 100 m lagi jalan, kapan sampai Jakarta, aku mulai frustasi dan tertidur tidak tenang.

22.30

Akhirnya kami yang sudah acakadul sampai di terminal Lebak Bulus. Alhamdulillah ya Allah :”) Siap ke Bintaro, besok harus ngeslave lagi ~

23.30

Sampai juga di Bintaro tercinta, tanpa mampir posko kami ke warkop kak Petoy.

01.30

Dan setelah makan mie dan es aku diantar pulang, kunci ketinggalan di posko T.T Masyaallah, ceroboh banget. Terpaksa En-en ke posko bareng Tubis demi bisa masuk kosan. Terimakasih untuk perjalanan luar biasa ini saudara, maafkan karena terlalu merepotkan. Sampai ketemu di lain kesempatan ~

Salam Lestari,

Anggi Restiana Dewi ~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s